Masa pemerintahan kedua  Presiden Republik Indonesia  Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY 2009-2014), keluar kebijakan baru Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri pengembangan Desa Wisata dibawah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Karena kemiskinan mulai Nampak di Desa Mas akibat terbatas lapangan kerja , maka melalui workshop pengembangan potensi desa wisata Mas difasilitasi oleh yayasan ULearn International pada tanggal 24 September 2010 para tokoh masyarakat dan pemerintahan Desa Mas sepakat Desa Mas diusulkan menjadi program PNPM Mandiri Desa Wisata dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.  Rencana tidak lanjut adalah fokus mempersiapkan proposal PNPM Desa Wisata Mas.

Kajian Feasibility Study Desa Wisata Mas dilakukan oleh mahasiswi Belanda  Kim Szerman yang sedang menulis tesis tentang Community Base Tourism (CBT) di desa Mas tahun 2010. Tesis Kim Szerman ini,  digunakan sebagai referensi untuk menyakinkan Kemenbudpar dalam mempertimbangkan usulan Desa Mas mendapatkan  program PNPM Desa Wisata. Atas dasar kajian tersebut, akhirnya Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI menyetujui Desa Mas mendapatkan program PNPM mandiri Desa Wisata tahun 2013 & 2014 yang difokuskan pengembangan SDM dan insfrastruktur.  Pada tahun 2014 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis Mas) resmi dibentuk oleh Kepala Desa I Wayan Gede Darmayuda selaku penggerak Desa Wisata Mas. Beberapa ikon Desa Wisata Mas adalah Banjar wisata Nyuhkuning dengan alam pedesaan, Banjar Pengosekan dengan lokasi film Hollywood Eat Pray Love dibintangi Julia Robert dengan peran dukun Mangku Liyer serta Kampung Wisata Tarukan mulai tahun 2015 menjadi homebase volunteer Tourism dari berbagai dunia.

Beberapa kali Desa Wisata Mas ditunjuk oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar ikut lomba Desa Wisata tingkat nasional dan provinsi, begitu juga lomba Pokdarwis yang merupakan kesempatan emas berpromosi. Sejak Desa Wisata Mas dikunjungi oleh Dr. Mari Elka Pengestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tanggal 27 September 2014 kunjungan kerja dari berbagai daerah di Indonesia mulai tertarik berkunjung ke Desa Wisata Mas begitu juga Desa Wisata Mas menjadi pusat penelitian dari berbagai sekolah tinggi pariwisata dan universitas di Indonesia dan luar negeri.

AKSESIBILITAS

Desa Wisata Mas terletak di ketinggian 300-400 Mdpl , paling ujung selatan Kecamatan Ubud Kabupten Gianyar Provinsi Bali, berpenduduk 11,800 jiwa. Sekitar 50% berpengasilan sebagai pekerja pariwisata, 15% bergantung kepada pertanian basah (sawah) dan sisanya sebagai pedagang sembako, pengusaha Galeri Patung, Eksporter,  tukang bangunan dan Aparat Sipil Negara ( ASN). 

Dari Kota Denpasar berjarak 23 KM bisa ditempuh dengan mobil pribadi atau sepeda motor  35 menit, sedangkan dari Bali International Airport berjarak 45 KM, ditempuh dengan mobil 60 menit, Pelabuhan Kapal Ferry Padang Bai ke Desa Mas sekitar 60 menit dan pelabuhan Kapal Laut Benoa Denpasar sekitar 40 menit. Jalan utama berhotmix sebab Jala Raya Mas adalah pemeliharaanya dari Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta.