Balinese Flower Offering Lesson

Daily : 09:00-13:00

Canang Sari merupakan upakāra (perlengkapan) keagamaan umat Hindu di Bali untuk persembahan tiap harinya. Persembahan ini dapat ditemui di berbagai Pura, tempat sembahyang kecil di rumah-umah, dan di jalan-jalan sebagai bagian dari sebuah persembahan yang lebih besar lagi. Dikutip dari berbagai sumber, menyebutkan bahwa canang sari merupakan ciptaan dari Mpu Sangkulputih yang menjadi sulinggih menggantikan Danghyang Rsi Markandeya di Pura Besakih. Canang sari ini dalam persembahyangan penganut Hindu Bali adalah kuantitas terkecil namun inti (kanista=inti). Kenapa disebut terkecil namun inti, karena dalam setiap banten atau yadnya apa pun selalu berisi Canang Sari. Canang berasal dari kata “Can” yang berarti indah, sedangkan “Nang” berarti tujuan atau maksud (Bahasa  Kawi/Jawa Kuno), Sari berarti inti atau sumber. Dengan demikian Canang Sari bermakna untuk memohon kekuatan Widya kehadapan Sang Hyang Widhi beserta Prabhawa (manifestasi) Nya secara skala maupun niskala.

Setelah selesai breakfast tim kami siap menjemput untuk diajak ke workshop belajar mebuat Canang Sari.  Anda telah tiba  di rumah pusat Budaya  ( Culture House) di Banjar Batanancak Desa Mas disambut denganminuman ringan sebagai welcome drink.  Para Instruktur akan membimbing anda melakukan proses workshop mebuat Canang Sari diawal sampai cara penyajiannya di tempat bangunan suci. Istirahat makan siang  disalah satu warung makan yang ada di desa. Setelah santap siang anda akan diantar balik ke hotel sambil mebawa hasil karya Canang Sari sebagai souvenir .

Harga : Rp. 400,000 per orang, minimal 2 orang. Harga termasuk : penjemputan pulang pergi oleh tim, suguhan minuman hangat, workshop membuat Canang Sari , makan siang dan sertifikat.

Booking

Noted : (*) is required.

Add 2 to 2, what do you get?
Booking Via WhatsApp Booking Via Email

Have a question?

Click the button below to get more information

Contact Us