PARWA

Setiap 210 hari bertepatan dengan Saniscara Keliwon Kuningan atau Tumpek Kuningan adalah piodalan atau Ulang Tahun berdirinya Pura Taman Pule Desa Mas Ubud Gianyar Bali.  Disaat Ida Betara turun untuk menjemput Putra Beliau berstand di Pura Bukjambe akan prosesi sekitar 500 meter dari Pura Taman Pule ke Pura Bukjambe. Tatkala balik dari Pura Bukjambe menuju ke Taman Pule suguhkan Tarian Parwa atau wang wong. Topeng-topeng Parwa Pura Taman Pule telah dibuat abab ke XV walau belum ada data otentik untuk meneliti keberadaan topeng –topeng tersebut. Wayang Wong atau Parwa  pada dasarnya adalah seni pertunjukan topeng dan perwayangan dengan pelaku-pelaku manusia atau orang (wong). Dalam membawakan tokoh-tokoh yang dimainkan, semua penari berdialog, semua tokoh utama memakai bahasa Kawi sedangkan para punakawan memakai bahasa Bali. Pada beberapa bagian pertunjukan, para penari juga menyanyi dengan menampilkan bait - bait penting dari Kakawin.

Di Bali ada dua Jenis Wayang Wong, yaitu Wayang Wong Ramayana, dan Wayang Wong Parwa. Wayang Wong Ramayana kemudian disebut Wayang Wong saja, ialah dramatari perwayangan yang hanya mengambil lakon dari wira carita Ramayana. Hampir semua penari mengenakan topeng. Diiringi dengan gamelan Batel Wayang yang berlaras Slendro. Wayang Wong Parwa yang biasa disebut Parwa yakni dramatari wayang wong yang mengambil lakon wira carita Mahabrata (Asta Dasa Parwa). Para penarinya umumnya tidak mengenakan topeng, kecuali para punakawan, seperti Malen, Merdah, Sanggut, Delem. Diiringi gamelan Batel Wayang yang berlaras Slendro. Untuk mengetahui cerita Parwa di Pura Taman Pule hubungi kaki dan dengan senang hati kami pandu : info@dewawisatamas.com

Booking

Noted : (*) is required.

What do you get if you add 6 to 1?
Booking Via WhatsApp Booking Via Email

Have a question?

Click the button below to get more information

Contact Us